Daisypath Anniversary tickers

Daisypath Anniversary tickers
Showing posts with label Curcol. Show all posts
Showing posts with label Curcol. Show all posts

Friday, May 30, 2014

Tentang Rumah dan Garansinya

Keluarga kecil kami beli rumah dari orang yang ngebangun untuk dijual (dia punya 1 rumah lalu diambrukin, dijadiin 2 rumah baru) - untuk selanjutnya orang tersebut disebut pak AD. Waktu awal-awal proses beli dulu, orangnya baek. Apa yang kurang, dibetulin. Lantai boleh pilih sendiri. Warna cat juga pilih sendiri.

Lalu perjanjian AJB (Akta Jual Beli) pun dilakukan. Ndilalah baru beberapa minggu, rumah mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan minor. Karetnya jendela melar & copot. Retak-retak di tembok muncul. Minta diperbaiki, OK diperbaiki. Lalu pintu meleyot menyebabkan susah ditutup. Pak AD mulai angkat tangan, cuma ngasih nomor tukang kayunya untuk diperbaiki.

FYI proses memperbaiki pintu berarti itu pintu harus dijebol, kayu dioven lagi, lalu baru pintunya dipasang lagi. Alamak, kan rumah udah ada isinya, masa iya ga punya pintu beberapa hari?

Suami sempet debat sama pak AD untuk mengganti pintu, tapi pak AD-nya malah nyolot, marah-marah. Di benak suami, udah bayar rumah mahal-mahal, kok ternyata mutunya gini & ga mau dibenerin. Tapi paknya ngebentak-bentak. Uh ga enak lah situasinya. Di akhir debat panas via telpon, pak AD nawarin ganti Rp 1.5juta untuk kami beli pintu baru. Tapi karena berdasarkan survey, pintu kayu itu supermahal, kami putuskan biarin aja lah pintunya begitu (akhirnya bapak yang mbetulin pintu - magic hands of my father, alhamdulillah!) Malas pula berhubungan lagi dengan pak AD.

Selidik punya selidik, lihat AJB, ada kalimat semacam ini:
"Setelah perjanjian jual beli, segala kerugian dan keuntungan rumah ini menjadi tanggungjawab pembeli."
(Yah kalimatnya nggak gitu sih, lebih panjang khas notaris, tapi intinya begitu.)

Jadi ya aku bilang ke suami, mau gimana juga, gara-gara kalimat itu, di mata hukum kita yang salah kalo minta ganti rugi blablabla.

Beberapa bulan kemudian, pasca Lebaran, sudah maap-maapan via SMS, nyaris 1 tahun setelah AJB, pak AD datang karena kami harus pecah PBB (karena rumah sebelah -- yang tadinya 1 rumah dengan yang kutempati -- sudah mau dibeli orang). Pak AD baik lagi, menawarkan apa yang bisa dibantu tentang rumah kami, mumpung masi ada tukang di sebelah. Ya kami bilang lah, tembok mulai retak-retak, dapur bocor karena tampias dari jemuran atas. Dia menawarkan tukangnya memperbaiki.

Oke, alhamdulillah.. Tukang pun nambal retakan-retakan yang tersebar di penjuru rumah dengan semen putih. "Masih nunggu catnya nih," kata pak tukang. Tembok serumah jadi blonteng-blonteng. Pasca penambalan itu, pak AD bilang, kalo catnya udah ada, hubungin tukangnya aja. Lhooooo ternyata kami yang disuruh beli cat? Pas ditanyain & minta cat ke pak AD, ga ragu-ragu pak AD-nya ngomelin suami. "Bukannya berterima kasih udah dibantuin tukang malah ngelunjak minta cat! Saya ini udah ga ada tanggungjawab lagi sama rumah Anda! Sampe kapan saya mau dikomplain terus?!? Dulu masalah pintu juga gitu!" Dan bermenit-menit percakapan via telpon yang di loud speaker suami, menyakitkan, bikin nangis waktu sholat :'( *dasarnya hati ini terlalu sensitif*

Makjleb. Balik lagi ke AJB. Kok bisa ya kami sebagai pembeli lalai meminta garansi??? Kami terlalu positif thinking sih karena pak AD tampaknya baik... Sampe-sampe nggak meminta kesepakatan tentang masa garansi rumah.

Beberapa teman cerita, waktu beli rumah, mereka ada perjanjian sama developer tentang garansi 6 bulan & bahkan ada yang sampai menunggu 1 x periode musim hujan.

Kok ini rumah nggak ada garansinya yaaaa? Retak ini juga bukannya muncul barusan, tapi udah berbulan-bulan lalu tapi kami malas komplain karena tragedi "pintu meleyot" yang ujungnya ngga enak.

Pas lagi arisan sama ibu-ibu tetangga (peserta arisannya ibu2 yang umurnya 2x lipat dari aku! Jadi paling kecil :p), ada seorang ibu yang cerita, dia juga beli rumah buat anaknya dari pak AD, dan yaaaa tiap ada komplain berkaitan dengan bangunan, pak AD-nya malah marah-marah dan mengucapkan kata-kata menyakitkan... Yaaa ternyata beliau wataknya memang begitu ya... Mending nggak berurusan lagi ama dia T_T

Astaghfirullah :( Jadi ngomongin orang. Padahal seumur-umur ga pernah punya musuh. Welcome to real world, meet real people.

Pelajarannya adalah, ketika beli sesuatu yang besar & mahal seperti RUMAH, pastikan ada kesepakatan dengan penjual mengenai garansi kerusakan & kebocoran. Karena, beli kipas angin aja dapet garansi, masa' rumah enggak ada garansinya??? *sigh

-ditulis beberapa hari setelah kejadian, saat kepala sudah dingin, sudah move on, dan berniat ngga mau minta tolong ke paknya lagi-

Wednesday, March 5, 2014

LH FSH & HSG test

Seminggu sebelum tes HSG, ke kondangan sodara di Surabaya.
Waaaahhhh sepupuku yang udah punya 2 anak ternyata hamil lagi anak ketigaaaa, kyaaa kyaa kyaaaa.... *antara bahagia, kaget dan iri huahahahaa*

Ya Allah karuniakanlah putra putri yang sehat, cerdas, sholeh & sholehah kepada hamba & calon-calon ibu lainnya yang sedang menanti keajaiban, aamiin...

Nahhh jadiii pada H+3 haid, saya ke lab Pramita Matraman untuk tes darah & LH FSH.
FYI, menurut dr. Caroline Tirta, Sp.OG (K) di Omni Pulomas, H1 haid itu dihitungnya pas darahnya mulai merah ya, jadi bercak-bercak sebelumnya jangan dihitung dulu.

Kirain tes darah doank bakalan murah, yang mahal tes HSG-nya. Ternyata sodara-sodara, biaya tes darah puasa, urin & LH FSH-nya itu Rp 1.750.000 *nangis*
Tapi yaudah lah ya, alhamdulillah di ATM masi ada duit, bayarlah pake kartu debit. Masa' demi punya anak mau pelit-pelitan.

Lalu H+7 atau H+8 kudu HSG, dan harusnya sudah bersih dari darah haid. Berhubung H+8 aku masih perjalanan balik dari Surabaya, bikin janji tesnya H+9. Untung aja, karena ternyata H+8 baru bersih dari haid.. Gile siklus haidku panjang banget boookkk bercak 3-4 hari + mens kenceng 3 hari + bercak 3-4 hari lagi T_T

Datanglah H+9 haid, Rabu tanggal 26 Feb 2014. Suami sengaja cuti demi nganterin istri (alhamdulillaah!! cutinya emang masih sisa banyak wekekeke). Janji tes jam 9, nunggu bentar untuk persiapan tesnya, TTD form tentang setuju dilakukan tes HSG, lalu masuklah ke ruang radiologi. Suami nunggu di luar.

Ganti baju kayak di rumah sakit, untung masih boleh pake jilbab & underwear atas. Lalu dimulailah tes HSG.... yang gosip-gosipnya sih menyakitkan. Ga takut sakitnya sihhhh, cuma takut ngangkang di depan muka dokternyaaaa asli malu banget T____T untung dokternya udah tua + baik, dia bilang jangan takut. Kalo takut malah sakit prosesnya.

Buat yang bertanya-tanya tes HSG itu diapain, saya saranin buka link-nya aja :p Pada dasarnya dokter nyuntikin cairan kontras ke rahim lalu difoto selfie x-ray untuk melihat lancar enggaknya jalur ke indung telur.

Rasanya gimana? Eeee... ngilu dikit lah pas alatnya dimasukin. Trus sempet ada episode yang mules ga keruan. Ternyata, ada sedikit penyumbatan di tuba kiriku. Itu yang bikin sakit pas disuntikkan cairan kontrasnya. Kata dokter, sedikit penyumbatan itu sekarang udah lancar karena 'paksaan' cairan kontras membuka jalannya. Alhamdulillah, bersyukur aku tes HSG.

Kelar tes diberi pembalut. Aku baik-baik saja sodara-sodaraaa udah ga ada rasa sakit apa-apa. Horeeee...

Lalu keluar ruangan menemui suami. Tiba-tiba lemes. Minta suami ambilin minum. Makin lemes. Loh kok pandanganku agak kabur ya. Nyegat petugas lab, "Mbak... mbak... kalo habis tes HSG bisa pingsan ya mbak?" Petugas lab tampak kebingungan lalu tanya petugas lain. Disaranin ke sofa. Digandeng suami. Di depan sofa langsung pingsan 1 detik & petugas jerit-jerit "Wah pingsannn!!" huahahahaa...

Sumpah lemes banget, ga tau kenapa. Kata petugas, mungkin karena shock habis dimasukin alat. Fiuhhh untungnya ditemenin suami yakkkkk ada yang jagain, ada yang nyetirin pulang. Pas tes LH FSH minggu lalunya aku ngebusway sendiri loh.

Setelah 5 menit ndelosor di sofa, aku meyakinkan suami kalo udah ga lemes. Dan kami pulang, tak lupa mampir di resto Pagi Sore, makan padang lahap bangeeetttt!! Yummyyyy... Pleus minum jus sirsak campur stroberi.

Dan sisa hari itu dihabiskan dengan leyeh-leyeh di kasur karena lemes. Eaaaa suami cuti dihabiskan dengan leyeh-leyeh ga jelas :))) BTW ternyata aku pendarahan seperti mens. Dan itu reaksi yang wajar kok, emang habis tes HSG bisa keluar flek-flek. Tentang pingsan? Reaksi setiap orang beda-beda ya, mungkin akunya aja yang sensitif sama alat/cairan kontrasnya. Yang jelas, ga sesakit seperti diceritain blog-blog browsinganku. Eh tapi itupun bisa berbeda di tiap orang, karena pas di tuba kiriku ada sedikit penyumbatan, sakitnya (mules) minta ampun. The bright side is, yang agak tersumbat kini sudah lancar ;)

Kemarin Senin ke dr. Caroline, bawa hasil-hasil lab & USG transvaginal. Alhamdulillah ga ada yang perlu dicemaskan. Hasil tes saya & suami normal, hasil USG transV ada sel telur 22 mm di indung telur kanan. Diberi resep Eturol, Tonicard, dan asam folat (vitamin-vitamin untuk menjaga kualitas sel telur, sperma, dan rahim... Oh yeah suami juga disuru minum apa yang saya minum). Lalu dijadwal 'ini itu'nya kapan :)))

Semangaaaattt!!! Kini aku merasakan yang namanya 'promil' a.k.a program hamil yang sampe konsultasi ke dokter :D

Thursday, February 13, 2014

The Mighty Question

*WARNING! This blog post contains lots of personal things*

"Sudah hamil belum?"
Sejak 1 bulan menikah, pertanyaan ini udah mulai banyak terdengar. Awalnya saya dan suami menunda kehamilan, karena masih proses suntik HPV (anti kanker serviks) yang belum boleh hamil dulu. Baru sekitar Desember 2013 kami mulai usaha normal.
Dari yang awalnya nyantai, dibawa jalan-jalan mulu (anggep aja honeymoon tanpa akhir heheheh), sampe tahap sensi berat tiap kali 'pertanyaan besar' itu muncul.
"Kamu udah isi belum?" tanya teman.
"Kamu sengaja menunda, Yak?" tanya ortu.
"Cucunya temen eyang yang nikahnya habis kamu itu udah lahir lho anaknya..." kata eyang, kode kalau beliau udah pengen punya cicit.

T_________T
Dear blog, lama-lama sensi juga ditanya2in gitu huhuhuuu...
Pernah suatu ketika mengalami 'tanda-tanda awal kehamilan' yang capek banget lah, napsu makan meningkat drastis lah (ini sekarang beratku udah naik 4 kg lhooo dari sejak sebelum nikah :p), yang ngerasa emosional lah. Ealah ternyata cuma gejala PMS a.k.a mau mens. Aih mens-nya datang lagi datang lagi.

Sedia testpack di rumah, begitu ngerasa mual dikit nyoba tes (ahahahaa I'm a freak!!!) Ya wong namanya belum rejeki, ya negatif lah hasilnya. Mual-mual itu sering banget, bahkan pernah pas lagi perjalanan jauh sampe muntah-muntah. Ternyata mabok darat ajaaaa T_T zzzz

Bulan lalu juga sempat telat datang bulan sampe semingguan (padahal M selalu teratur lhooooo), jadi ge-er luar biasa. Geer tapi sambil dikit-dikit memupuskan harapan supaya jangan terbang tinggi-tinggi, sakit kan kalo jatoh. Testpack negatif, dan hari ke-8 telat M datanglah si tamu bulanan. Whuaaaaaa....

Akhirnya tadi pagi memberanikan diri ke RS Omni Pulomas, ke dr. Caroline Sp.OG (K) yang terkenal menangani infertilitas. Di USG transvaginal, ada sel telur kecil-kecil dan nggak ada miom/kista. Alhamdulillah.
Tinggal nunggu mens datang, lalu di hari ke-4 pasca pendarahan mens aku harus tes darah di lab, ditambah tes HSG di hari ke-7/8 pasca pendarahan tsb. Plus tes dari pihak suami juga. Semoga semuanya baik-baik sajaa...

Bismillah yaaa... Semoga langkah ini menjadi ikhtiar untuk bisa segera merasakan jadi ibu :')


Mewek banget liat video ini

Friday, December 13, 2013

Tanya Jawab Kawinan Miss Tea

Buanyak yang ng-email karena (alhamdulillah) terbantu dengan adanya wedding blog ini. Bersyukur ada gunanya juga ya ternyata nulisin balada per-bridezilla-an pribadi. Pada tanya via email tapi ngga ada yang komen di blog, hikssss... *melas* Nah berhubung para pembaca ternyata penasaran dengan beberapa hal, yang lumayan sering saya jawab sama, saya buat FAQ-nya ya...

Suami lupa cukur kumis pas mau kawinan

Frequently Asked Question:

1. "Pricelist vendor ini itu berapa ya mbak?"
Untuk pertanyaan satu ini JUJUR saya udah nggak inget blas. Mungkin setahun lalu kalau ditanya gini saya akan berusaha 'nyelimur' karena itu berkaitan dengan budget yang tentunya personal yah... Mana tau ada yang mikir kemahalan atau kemurahan. Nah sekarang, setelah >1 tahun menikah, saya sudah benar-benar lupa harga vendornya :)))
Apalagi ada tragedi laptop rusak & data hilang semua. Yup termasuk data budget kawinan dan... foto prewedding. Iya foto prewedding ilang! Tapi untungnya saya lagi berusaha jadi minimalis, nggak terlalu terikat dengan kenangan & clutters. Jadi ilang ya ilang aja. Best memories stay in our heart forever *lho kok jadi nyelimur ke foto prewed yah*

Untuk pricelist Gala Humanoid (fotografer), detail yang kuinget hanya "nggak bisa ditawar". Jadi luangkanlah waktumu nanya ke mas Hendy-nya. Cocok ya lanjut, ga cocok ya mundur. What you see is what you get. Mau pilih pemotretan berapa hari, jumlah fotografer berapa, ada kok di pricelist-nya.
CP: Hendy Wicaksono 08155044196

Harga jahit kebaya di Mbak Elok (akad & resepsi Surabaya)
Juta-jutaan. Ngga inget. Pastinya tanya langsung ke mbak Elok yaaa. Harga kebaya akad, resepsi, panjang, pendek, pake brokat sendiri atau brokatnya dia, beli atau sewa perdana, semua beda-beda. Monggo ditanya langsung yahhh..
CP: Elok Dola'ap 081233345500

Kebaya Nungki (ijo lemon yang kupake siraman)
Hasilnya rapi, payetnya juga oke. Sekitar Juli 2012 jahit + payet + vuring sekitar Rp 850rb kalo ga salah...
CP: Nungki 081703707670, Rungkut Surabaya

EO, rias & dekorasi di Sonokembang Enterprise
Termasuk sewa penerima tamu (yang jaga buku tamu). Ini aku malah ga tau harganya sama sekali, soalnya ibuku yang urusan langsung dengan mereka. Yuk monggo ditilpun saja ^^  Nomernya menyusul.. bisa tanya ke Sonokembang catering juga sih...

Sonokembang Catering
Segala makanan & dekorasi di meja buffet + joglo
CP: 031 5621168, jl. MH Thamrin no. 1 Surabaya

Sterine Offset, undangan & souvenir berupa notes yang serasi dengan undangan
Harga & kualitas ga bohong. Bagus & rapi.
CP: 0315023439, Ngagel Jaya

Photo Booth
Nah ini mayan inget, itupun ga pasti nominalnya wkwkwkk
Harga tahun 2012, jasa tukang foto polaroid (kamera, lighting & print sepuasnya) sekitar Rp 4 - 5 juta. Nggak termasuk backdrop yah! Buat backdrop yang unyu-unyu silakan hubungi dekorator kalian.
CP: Loco-loco Photocorner (Surabaya) 08563420007
CP iconlife (Jakarta) 02156983856
Dari pengalaman photobooth di kawinan orang lain, ternyata vendor pilihan saya lumayan loh kualitasnya bagus... Dari pencahayaan & hasil cetak, oke lah :)


2. "Apa ya yang musti disiapin duluan?"
Buat aku pribadi sih:
(1) CALON SUAMI harus ada. Huehehe becanda... Maksudku TANGGAL NIKAHAN sih. Tanggal menentukan segalanya, jangan cuma "rencana awal tahun depan"... itu kurang spesifik. Udah ada tanggalnya belum? Kalo udah..

(2) Booking GEDUNG. Seriusan ini faktor yang PUENTING banget. Pasti ada gedung inceran donk dari segi lokasi & kapasitas tamu? Segera DP tanggal yang kamu mau. Kalo di kasusku, karena ortu udah sreg Bumimoro jadinya step dibalik. Bumimoro kapan kosong? Tanggal itulah eike kawin. Serius loh.

(3) Lanjutannya tinggal dipikirin Catering, Dekorasi (pelaminan & hiasan jalan menuju pelaminan & photobooth jika perlu), Kebaya, Rias, Undangan (pastikan 2 bulan sebelum acara undangan udah jadi. Maka bikinlah undangan PALING LAMBAT 5 bulan sebelum kawinan. Belum revisi-revisinya lohhh), Souvenir, Foto/Video.

(4) Poin nomer 3 sudah lengkap deh kayaknya :p Tinggal ngurusin printilan lainnya yang walau sepele tetep kudu dikerjain, seperti misalnya seragam keluarga, transportasi, penginapan keluarga jauh... Sumpah banyak loh. Segera mulai dipikirin gih.

3. "Tema / konsep nikahannya apa sih?"
Konsepnya Jawa tapi warna pastel. Nah lho... Hehehe... Jadi kita tetep memasukkan adat Jawa yang unyu-unyu seperti Bubak Kawah, dekorasi Gebyok (background ukiran kayu di pelaminan) warna putih... Nuansa warna Peach & Ijo telor asin (di undangan & souvenir). Peach untuk sebagian besar seragam, ijo telor asin untuk taplak meja catering (sengaja dibedain biar orang-orangnya ga nyatu ama taplak).

4. "Saya terinspirasi, boleh niru temanya mbak Tia?"
Monggo kalau mau ada yang ngikutin, tapi sebaiknya dimodifikasi dikit ya supaya ga terlalu pasaran hahahaaa...

5. "Suka deh konsepnya, aku sebenernya pengen begini begitu tapi ortuku maunya begono..."
Hmmmm untuk pertanyaan / curhatan yang satu ini, menurutku sih monggo dikompromikan saja dengan orangtua ya. Toh acara pernikahan ini (meskipun seolah-olah bintang utamanya adalah kamu) sebenernya acaranya orang tua. Ortu pengen dong berbangga ke keluarga, rekan & koleganya "Iki lho anakku sing paling ayu wis rabi..."
Orangtua pasti sebenernya agak sedih mau melepas anak kesayangan ke tangan lelaki pilihan (aduh maap bahasanya lebay), nah pesta resepsi itu bisa menjadi hiburan buat mereka. Toh sebagian besar undangan juga undangan ortu ^^
Tema pestaku ini juga hasil kompromi dengan ortu kok... Tadinya kan eike pengen kawinan pake gaun ala ala Irna la Perle gituuu trus trus trus private party yang ngga diam di pelaminan... Pengen membaur dengan tamu.. Trus ada pohon gedeee yang jadi wishing tree tempat tamu nggantungin harapan buat mempelai sebagai ganti buku tamu *ngayal aja deh terus*

6. "Untuk jahit kebaya butuh berapa meter kain ya?"
Tergantung brokatnya, ada brokat lebar pendek ada juga yang agak panjang. Kebaya bisa mulai dari 1.5 hingga 2.5 meter tergantung mau seberapa panjang kebayanya. Untuk baju manten kalau mau pakai ekor malah bisa sampe 5 meter butuhnya. Konsultasiin ke perancang/penjahit kebayamu yaaa :) Jenis-jenis kain brokat lihat sini.

7. "Beli ini itu dimana?"
Tassel di hiasan souvenir siraman: Beli di JMP Surabaya. Harga lupa. Di toko yang jual pita-pita & bunga hias. 1 pak isi 12 biji. Ukuran lupa, ga nyimpan.
Box seserahan: Beli di ACE hardware. Harga bervariasi a.k.a LUPA, itu lagi diskonan. Barangnya sekarang belum tentu ada, soalnya dulu aja ngumpulinnya ngejar stok sampe ke ACE hardware Royal & TP Surabaya. Ada juga box kayu yang kokoh beli di Pasar Atum. Kalo ke pasar atum tanya aja deh tempat box / hias seserahan dimana. Toko kuno kok.


Still have other questions to ask? Feel free to email me... *berasa expert di kawinan aja wkwwk* Alamat emailnya lihat di profil kanan yahhh :D

This FAQ will be updated kalo ada pertanyaan-pertanyaan rutin yang baru lagi...

Hope that helps, bridezillas out there!!

Tuesday, October 2, 2012

H-4 Resepsi Ngunduh Mantu

Assalamu'alaikum saudara-saudari setanah air...
Memotong review rangkaian acara pernikahan 1-2 September 2012, saya lagi pengen curcol.

Pasca pernikahan 2 September lalu, ternyata saya masih belum lulus dari predikat bridezilla... Tapi insyaAllah 4 hari lagi drama-drama urusan pesta kawinan akan usai *sorak sorai bergembira*

Ada beberapa cobaan sih menjelang hari-H ngunduh mantu... Yang kecil-kecil, misalnya aku kena urtikaria (bentol + merah + gatal di kaki) dari jaman hanimun. Tentunya jadi malas ngusep body lotion, yang kini bentuk kakiku udah kering pecah-pecah, "nggak manten banget" dah.

Agak syok juga ngurusin kawinan dimana vendornya bukan perusahaan keluarga sendiri. Baru kerasa enaknya nikah dibantuin usaha keluarga, bener-bener diperhatiin detailnya. Pas di Surabaya, baju-baju diaturin gimana caranya supaya serasi semua. Dibikinin perdana beskap bapak & adek-adek. Alhamdulillah wa syukurillah. Tapi di Jakarta sini, karena kita pesen ke vendor lain, jadi ya cari yang ada aja di sanggar. Dulu pelaminan disesuaikan bener-bener ama detail keinginan ibunda, yang di sini pilih template aja.

H-4,selop kawinanku belum ada. Karena baru inget, kebaya Ngunduh Mantu kepanjangan 10 cm, jadi hak sepatu harus supertinggi (salah sendiri sih dulu pas bikin kebaya sok gegayaan pengen tinggi). Jadi selop kawinan yang dulu ga kepake deh :((

Selop akad & resepsi 02.09.12 ukuran 38, hak 7 cm, Paulista
Barangkali ada yang mau beli buat nambah-nambahin duitku beli selop Ngunduh Mantu :p

Trus sampe sekarang masih nggak kebayang nuansa Ngunduh Mantu yang agak blonteng-blonteng warnanya. Manten pake ungu, ortu pake ijo botol. Yasutralah. No big deal yah. Trus selop si abang mau pake warna apa? Item? Ungu? Susah juga kalo ane harus cari sendal ungu. Jadi kayaknya item aja yah...

Itu semua, hal-hal remeh temeh yang cukup ringan.

Cobaan yang terberat adalah, eyang kakung masuk rumah sakit. Eyang kakungnya suamiku ini termasuk salah satu yang mendukung si suami bersegera melamarku. Sudah kuanggap eyangku sendiri.
Pasca acara Surabaya, kesehatan eyang drop. Dari vertigo, trus ke denyut jantung yang kurang baik, trus ke masalah ginjal... Satu persatu diobati. Selang infusnya banyak. Keluar masuk ruang intermediate (hampir setara ICU) dan ruang rawat inap. Transfusi darah. Ibu mertua tegang banget. Undangan keteteran (gimana bisa mikirin pesta resepsi dikala ortu sendiri lagi sakit?). Sampai sekarang masih nyisa banyaaak undangannya.

Keluarga suami gantian jaga di rumah sakit. Para oom (putranya eyangkung) tiap weekend datang untuk bantu jaga di RS. Allah, berikanlah yang terbaik.

Kondisi gini, agak sungkan juga ngurusin pesta kawinan.
H-4.

Allah, berikanlah yang terbaik.

Monday, September 10, 2012

The Wedding Day, finally :)

2 September 2012:
Alhamdulillh sah!!

Sudah semingguan saya sah jadi istri orang. Perasaan? Antara percaya-gak percaya. "Oh, ini ya laki-laki yang bakal jadi pendamping hidupku sampai mati nanti?" "Oh, udah boleh gandengan tangan ya?" "Oh, sekarang kalo tidur ada yang nemenin..." "Oh, aku udah mau ninggalin rumah ya?" dan sejuta 'oh-oh' lain :')

Tentunya blog bridezilla ini ga lengkap donk kalo ga nyeritain 'hectic-nya' wedding prep sebelum hari H.
Terakhir postingku kapan? Oh, 30 Agustus. Kalo gituuuu, let's the flashback begins!!

30 Agustus: H-3
Suasana di kantor makin heboh. Burung flamingo dari bunga-bungaan udah jadi. Lampu hias kristal sudah mulai jadi. Meja-meja vintage warna biru telor asin udah mulai dipajang.
---dan sampe sini, udah lupa apa kekacauan yang terjadi hari ini. I forget bad things easily :p---

31 Agustus: H-2
Perawatan!!! Ke salon Acacia dekat rumah. Spa intimate (body spa + ratus), manicure natural, pedicure gehwol, totok wajah, hair spa, total 600an rebu. Demi cantik di hari-H lah ===> dan nyatanya habis perawatan juga setres lagi. Apanya yang bikin cantiiik...
Kadang aku mikir, penjualan "perawatan pra nikah" itu cuma akal-akalannya salon aja biar laris. Rileksnya sesaat aja bok, cuma pas dipijet sampe ketiduran. Malah pas lagi perawatan, masih ada telpon muncul, "Mbak, beskapnya keluarga X masih kurang sekian..." Howaladalaaah....

Trus, review perawatan di Acacia: body spa OK lah. Ratus? Aku ga tau deh manfaatnya apa diasepin kayak gitu. Badan udah wangi, eh kena asepnya arang lagi =___= zzz Ga beda ama habis lewat orang bakar sampah. Trus meni-pedi-nya.... actually it hurts me so much. Tiga jari terluka, kata mbak-nya sih karena kutikula-ku terlalu kering.

Paling enak benernya meni-pedi di salon murah di Mall seperti Yopie/Johny Andrean gitu. Angkat kaki dikit (ga usah buka aurat / pijet selain tangan + telapak kaki). Tapi dilarang sama bundaku... Takut ga higienis katanya. Kalo di Acacia ini sih ada mesin sterilisasinya, dan pisau pedicure juga baru gres. Tapi aku tak mau lagiiii...

Habis perawatan, pindahan dari rumah Ngagel ke rumah Bendul. Tak lupa cipika-cipiki dengan keluarga dari Bogor & Cimahi yang sudah tiba di rumah Ngagel.

Tinggal persiapan buat pengajian & siraman keesokan harinya :)

Bersambung, yaaa... nunggu foto-fotonya dikirim bung fotografer. Ga tau deh mau update berapa bulan lagi #jiaaaahhh
Masih ada yang baca blog ini gak yaaaa :p

Wednesday, August 15, 2012

Letting It All Go

Beberapa hal terjadi di luar dugaan, sebagian akibat kurangnya meng-eksplor vendor-vendor yang dipilih. Kami terlalu percaya ama review kerabat, dan ga pikir panjang dalam memutuskan. Salut deh ama weddingblog capeng lain yang nyeritakan proses hunting vendor survei sana survei sini. Kami? Kejar tayang!

Contohnya:
1. Kebaya Ngunduh Mantu: dijahit di Fadlan, Tanah Kusir
Rekomendasi tante jauh yang cantik jelita & kebaya-nya selalu bersinar. Ketika diajakin ke Fadlan, tanpa pikir panjang aku + ibu naruh bahan kebaya Ngunduh Mantu, which turns out to be... disappointing. Mengecewakan itu karena dia overpriced & jatuh bajunya ga seperti di desain awal. Kebaya untuk manten Muslim, vuringnya langsung dijahit di brokat & ketika dipakai agak 'njekitut'. Nuansa Jawa, tapi kebayaku dibuat model gaun yang megar (dan jahit kerutannya ga rapi)
Karena ibunda udah ilfil, sebelum dipayet, kebaya itu langsung ditarik untuk dipermak di Surabaya. Supaya model bawah kebayanya lurus aja. Dan dipayet di Surabaya aja. Di Fadlan kalo bikin full payet ajegile harganye. Mending jahit di Myrna Myura yang terkenal itu...
Fitting kebaya di Fadlan. Ketika ibunda udah gak sreg, aku no comment deh. (kalo tangannya di angkat, bagian pinggulku yang udah gede tampak makin gede lagi karena kerut kain bawahan) Jawa-nya dimananya ya?

(Mungkin untuk manten lain cocok-cocok aja sih pake Fadlan, tapi aku+ibu ga cocok :) #bedaSelera

2. Video - ikut paketannya Gala Humanoid
Yang ternyata, videonya nggak HD. Dengan harga 7.5 mio untuk liputan 2 hari.
According to misstyzha's comment, aku tanya ke mas Hendy tentang videonya Prita. Ternyata itu bukan punya Gala Humanoid, tapi bikinan Motion Addict, yang pricelist-nya (katanya) bisa 3x lipat.

:(

Habis liat videonya Motion Addict (sumpah keren), nyesek banget. That's exactly what I THOUGHT about a wedding-video. Ternyata video model begitu tuh dihasilkan oleh vendor mahal. Huuuhuuhuuu.. Iya sih... Masa' Dian Pelangi, ama anak-anaknya pejabat yang di video-viedo Motion Addict pake vendor di bawah 10 juta, itu juga agak aneh.

Curhat ke Mr. W, dibalasnya agak 'menampar'. "Kalo kamu pengen video kayak gitu & disuruh bayar xx-juta, kamu mau?" "Eng... enggak sih..." "Ya udah, ga usah dipikirin..."

Huks. Iyaaaa... bener sih... tapitapitapiii... *meredam impian punya video yang pengambilan gambar + editingnya kewren* *sigh* *ikhlaskaaaan*

3. Band Resepsi Surabaya - Component Band
Yang mana cuma berdasarkan saran dari EO. Belum pernah ketemuan ama orangnya sama sekali. Deal-deal-an by email & SMS. Sekali liat performanya di mall Ciputra World. Okelah gapapa.
Trus suatu ketika lagi nungguin ibu seminar di Hotel Mercure, ada band yang main di lounge, musiknya keren banget. Suara penyanyinya juga...subhanallah kayak Bryan Adams ama Mel C. Tapi karena teringat udah deal ama Component, aku ga nanya-nanya ke mereka deh perihal ngisi entertainment di wedding.. Tapi kok ya kepikiran mulu ama band tersebut.

4. Undangan Ngunduh Mantu: By Ant's
There's nothing wrong about the vendor, seriously... cuma sayangnya mereka ga mengarahkan desain yang bagus itu seperti apa. Saya + cami milih model undangan minimalis yang lucu (desainnya full color), dan kami modifikasi diganti jadi 2 warna saja... Setelah proses desain, ACC, lihat hasil cetak... hasilnya... agak aneh dan terlalu 'biasa'... Dan kalo udah ACC desain tuh ga bisa diubah-ubah lagi ya. Jadi mau ga mau harus diterima aja. Pas awalnya kita minta dibikin 2 warna aja tuh gak kepikiran bakal seperti itu jadinya.
(Tapi alhamdulillah keluarga cami menerima dengan lapang dada... huhuhu makasih yaaa pak, bu...)

dan masih banyak lah satu-dua-tiga hal yang nggak se-perfect yang diharapkan.

Namun demikian, tetek bengek printilan ini kan bukan yang utama. Gimanapun sebel & pengen nangis (eh seriusan, capeng kadang bisa sangat lebay & sweat the smallest stuff loh!), kalo inget hanimun bahwa pernikahan ini bertujuan mulia, adem deh ati :)

Yang terpenting: Semoga ijab kabul lancar, dan kehidupan pernikahan kami bahagia, aamiin...!!

Monday, July 30, 2012

Perawatan Pranikah: Penting kah??

Tergelitik dari pertanyaannya Afriana, "Jadwal buat ke salon kapan?"
Nahhhh itu dia tuh, aku ga suka nyalon! Gimana donk nihhhh...

Bukannya ga pernah nyalon sih. Pernah. Tapi I don't really enjoy it, especially how 'nyalon' can damage my dompet wkwkwkwk

Dari kecil, eijke paling gak suka ama cewek centil. Beranjak dewasa, waktu sekolah pun ga mau pake bedak. Entah tomboy ato gimana, aku ga mau keliatan melakukan 'effort' untuk hal berbau kecantikan.
Kayaknya aku malu deh kalo jadi cantik. Ntar kalo jadi cantik kinclong tiba-tiba banyak yang naksir gimana?!?!?!?? *dipentung satu kecamatan*

Tapi setelah lulus kuliah, lumayan lah ya kantong udah mulai terisi gaji buta. Pernah lah aku ke Larissa aesthetic center buat facial & pake produknya. Tentu saja buat mengatasi problematika jerawat yang setelah puber kok ya gak ilang-ilang. Rajin banget cuci muka + pake toner + pake krim pagi dan malam.. Dan nggak bertahan lama, karena alasan "kurang telaten".

Trus jerawatan lagi.
Trus beli krim muka di teman yang bikin jerawat ilang, muka jadi putih kinclong. Tapi 2 bulan kemudian jadi kayak mayat, putih banget sampe ditanyain orang-orang. Langsung ku-stop dan browsing deh. Ternyata banyak krim abal-abal yang pake mercury. Wallahu'alam krim yang kupake aman gak T_T yang jelas langsung kubuang deh.

Habis itu backpackingan ke Phuket ama teman-teman. Dan tentu saja kulit ini terbakar. Bye-bye kulit putihkuuuu... Gosong deh (sampe sekarang masih gosong).

Trus jerawatan lagi. Browsing-browsing. Ngilangin jerawat pake apaaa. Ketemulah dengan pil antioksidan "Asthin Force". Sempat mengonsumsi beberapa (ga tau juga jerawat membaik karena pil atau karena udah waktunya sembuh), tapi dimarahin ibuk karena minum pil sembarangan. Eh padahal Asthin ini ada BPOM nya lhooo...

Lalu bertemulah dengan produk tea tree Body Shop. Yang beberapa bulan pertama bikin jerawatku mereda.

Tapi ga tau ya sekarang kok parah lagi!!! H-1 bulan kawin cuyyy ini muka malah mruntul ga karuan *cry*
Astaghfirullah... Apa cobaanku ya, gara-gara bulan puasa bukannya memperbanyak ibadah malah memperbanyak checklist kawinan *garuk-garuk tanah di pojokan*

Tetiba tadi sore, waktu nganter ibuku perawatan di M*r*cle clinic (yaps, ibuku lagi mulai perawatan dari 2 bulan lalu -- demi kinclong di hari kawinanku. Eh ini yang perawatan malah ibunya), ibu manggil aku "Yak, coba langsung naik ke lantai 2 aja, ketemu ama dokternya ibu!"

Aku ada di antara cemas-malas-semangat. Ada secercah harapan, mungkin mukaku bisa kinclong pas hari-H. Eh tapi perawatan macam apa yang bisa berhasil cuma dalam 1 bulan???
The biggest question is, "Siapa nih yang bayarin aku perawatan? Ibu? Atau aku bayar sendiri??" --> padahal mau minta dibayarin juga sungkan lah. Tapi kalo bayar sendiri?? Euh gak gak gak kuaaat.
Akhirnya konsultasi deh ama dokter. Yang berujung pada saran untuk pake krim malamnya klinik tersebut (tetep boleh pake Cleanser & Toner Tea Tree Body Shop-ku), dan treatment peeling minggu depan, dilanjut laser (what?!?? Laser?? Brapa duit mak??) 2 minggu lagi.
Trus dikasih resep. Dan tibalah waktu pembayaran. Karena ibuku masih di-treatment, yaudah aku ke kasir sendiri. Bayar sendiri. Whuaaaaa... Yasudahlah. Demi muka kinclong. Yang penting duit di ATM masih bisa buat bertahan hidup.
Jadi, begitulah kisah perawatan muka-ku. Ahk. Belum cuci muka malam ini =___=" habis ngeblog yahhhh... sabar yaaa mukaaa...

Trus tentang PERAWATAN BADAN

Sekali-kalinya body-spa itu sekitar bulan Mei 2012. Pertama dan terakhir kali, sodara-sodara!!! Kalo cewe-cewe lain pada bilang spa itu bikin rileks, aku kok malah tegang yah!!!!
Super tegang gara-gara topless trus harus balik badan buat dipijet-pijet. Makkkk aku gak mau dipijet bagian depan badan, makkk!!!!! Haduh sumpah risih banget, meskipun terapisnya perempuan yahhhhh...

Makanya tiap kali liat penawaran perawatan Body Massage tuh langsung gak minat. Trauma!
*ini gimana toh calon manten kok kayak gini* *ntar gimana kalo badan diliat suami* #eh

So far, effort-ku buat perawatan badan: Beli body scrub sekantong, ama body lotion Vaseline yang katanya jadi solusi semua masalah kulit. Biarin ah aku scrub sendiri di rumah. Gak mau dipegang-pegang terapis!! Ga mau telanjang di depan terapis!!! Ga mauuuu!!!

Trus sauna-nya gimana kalo gak di spa?
Kalo perlu aku pake steamer dari setrikaan aja deh buat sauna-nya huhuuu...

BTW kalian perawatan badan-nya apa aja sih? Seberapa ngefek-kah buat ke-kinclong-an di hari H? Uh, need advice. Yang penting jerawat punggung nih ngilanginnya gimana, udah diomelin ibuk waktu kerokan: "Anak perempuan kok punggungnya bocel-bocel giniii?"
Oke aku akan mengoles obat jerawat di pungguuung!

Jadi, kapan perawatan pra nikah?
Ya ini udah mulai, luluran sendiri di kamar mandi. Wkwkwkwk.

Friday, July 27, 2012

To Do List

Hari ini:

  1. Bawa beskap untuk keluarga camer buat ngecek ukurannya
  2. Nge-drop undangan punya camer
Dalam 7 hari ke depan:
  1. Seleksi + Tempel label undangan
  2. Distribusikan undangan terutama yang ke luar kota
  3. Bikin desain food text menu catering, besar & kecil
  4. Bikin frame-nya food text
  5. Bikin kartu Door Prize
  6. Bikin kartu pengambilan hadiah untuk xxxxxxxxx *secret show at the wedding*
  7. Bikin desain flyer yang isinya menu makanan + lokasinya di resepsi
  8. Bikin/delegasikan desain "iklan Sonokembang" buat diselipkan di souvenir
  9. Minta ukuran baju sepupu Jakarta buat seragam
  10. Pikirin aksesoris jilbab buat akad & resepsi
  11. Taruh kebaya ngunduh mantu di tukang payet
  12. Cek lagi: beskap putih buat akad nikah
  13. Edit foto yang mau dipajang di kawinan (I don't wanna call it 'prewed photo')
  14. Benerin muka! Itu bopeng-bopeng jerawat gimana ya biar ilang?!?!
Nomer 14 ituhhh penting banget =___="

Monday, July 23, 2012

Do(n't) Sweat The Small Stuffs

Sekitar satu bulan lagi, wajah ini mau dipajang life di pelaminan. Tapi entah mengapa jerawat makin tumbuh suburrrr di muka. Akyu gak perawatan di dokter sihhh, cuma pake produknya BodyShop yang Tea Tree aja. Baru pake 4 bulanan. Bulan-bulan awal, di kulit bagus banget, jadi alus mulus sampe ditanyain orang-orang kantor, "Kulitnya bagus, perawatan di mana mbak Tia?", kujawab "Enggak kok, cuma pake sampo produk di pasaran."
Ehhh entah kenapa nih Bodyshopnya udah ga mempan membunuh jerawatku. Apa karena aku makin pelit pake-nya yaaa... Toner, sabun, pakenya dikit-dikit karena udah mau abis. Males beli lagi, mahal T_T 
Atau aku ambil aja tuh paket Tea tree yang udah masuk keranjang seserahan.

Pake paket Body Shop yang ini nih, lumayan ga begitu berat di kantong (konotasi & denotasi)

Trus trus truuusss tadi siang akyu fitting kebaya di Mbak Elok. Kebaya buat akad dan resepsi Surabaya. Aiiiihhh cantiknyaaaaa... Tapi LENGANKU GAK BISA MASUK donkkk... Inilah bukti konkrit bahwa daku menggemuk. Lengan yang ga bisa masuk, berimbas pada bagian leher yang nggak bisa dikancing. Euh, ternyata 3 kilo penambahan berat badan cukup signifikan jugaaa...
"Mbak Tia mau nurunin berat badan atau mau kebaya-nya yang dibesarin?" Tadi mbak Elok nanya gitu. Hihhihiii... Ibuku minta kebaya-nya aja yang dibesarin. Baiklahhh kalau begitu tak perlu lah ai diet \(^o^)/

Oiya, minggu-minggu terakhir ini, suasana mulai tenang. Suasana panas yang dulu muncul tiap kali ngomongin "undangan" ato "seragam" ato printilan kawinan lainnya, mulai mereda. Yah selain karena bulan puasa, waktu yang makin meffets juga bikin kita mulai pasrah apa adanya.
Sempat aku sebel ama ibuk (astaghfirullah) karena dalam nikahan ini aku ga bisa milih konsep / tema kawinan / bahkan ngasih ide dekor pelaminan. Karena seleraku kurang dipercaya gitu deh.
Tapi pas rapat ama EO, begitu ngomongin tentang adat siraman, daku pun luluh.
"Nanti mbak Tia sebelum sungkeman ngomong tentang ungkapan isi hati ya..." kata mbak Galuh, EO.
"Ungkapannya bikin sendiri mbak?" tanyaku.
"Boleh bikin, tapi EO udah punya juga kok buat yang dibacain. Nanti ibu juga ngomong, mbalesin ungkapan mbak Tia..."
Trus mbak Galuh ngambilin contoh ucapannya. Ada juga tulisan yang bakal dibacain ortu.
Pas ibuku pegang, eh beliau nangis donk!
"Waduh belum apa-apa udah nangis gini, wes nanti ibunya ga usah ngomong, kita acaranya lucu-lucuan aja, ga pake nangis2an." kata Ibu.

hihiiii... ya lucu, ya terharu... :')
Maafin aku ya bu kalo selama nyiapin nikahan ini suka bikin kesel / lelet / kurang bisa diandalkan. Sementara ibuk semangat banget bikin nikahan ini "perfect". Tapi aku tau, sebenernya ibuku pasti sedih banget mau melepas putri satu-satunya ini T___T aihh jadi galau....

--lanjutan cerita tentang rapat EO bagian Siraman--
Pakde-ku nyeletuk, "Mbiyen pas Rara (putrinya, red.) siraman, aku gak ngerti lek ortune kudu njawab. Trus kudu njawab opo. Dadi yo improvisasi dewe. Ealah tibakno wis dicepakno tulisan tekok EO-ne, tapi kelungguhan..."

"Dulu waktu Rara siraman, aku gak tau kalo ortunya harus jawab. Trus mau jawab apa. jadi ya improvisasi sendiri. Ehhh ternyata udah disiapkan tulisan dari EO, tapi kududuki di kursi..."

Ngakak! :D


Tuesday, July 10, 2012

Boleh nggak sih?

... pernikahanku cukup akad nikah aja. Sah secara agama. Lanjut walimah berupa makan-makan di restoran bersama keluarga dan teman dekat. Ngobrol seru. Dresscode bebas. Nggak usah pakai seragam-seragaman. Nggak usah pakai adat istiadat. Nggak usah pakai dekorasi supercantik. Nggak usah mikir semua-muanya harus sesuai tema.

Cukup berbagi kebahagiaan aja.

Boleh nggak sih?
:'(

-the desperate miss Tea, who finds out the real bridezilla is not herself, but her families too-

Wednesday, June 20, 2012

Mendadak Prewed

Siang tadi bener-bener shock terapi. Fakta-fakta bahwa:
(1) Si cami hari Jumat mau ke Surabaya. Ga tau setelah itu mau ke Sby brp bulan lagi.
(2) Bu perias lagi nggak ada jadwal riasan, sehingga bisa test makeup.
(3) Hasrat pengen punya foto prewed yang unik (benernya akunya aja sih yang pengen unik. Jadi aku foto sendirian juga gapapa kok dear mr. W :p)

Tiba2 diputuskan aja, Jumat aku prewed.
Which means, lusa.
LUSA!!!

Tanpa persiapan fotografer (belom ada vendor prewed lohhh!!!), konsep, tempat, dan properti.

Mana kerjaan lagi numpuk -- lagi jadi EO nikahan orang lain nih -- yang alih2 menambah bekal untuk nyiapin nikah, malah bikin sutres karena liat checklist nikahannya org laen yg perfect sedangkan aku masih belum siap apa2 >,<

Jadi tadi dengan wajah butek abis rapat ama konsumen, daku ditawar2in aneka vendor foto ama temen2 EO. Aku maunya yang murmer! Trus browsing2 tempat prewed yang akhirnya mengerucut jadi beberapa pilihan:
1. House of Sampoerna (disaranin bpk EO). Update 21/6: Biaya photo session Rp 500.000 dibalikin dlm bentuk voucher. Sesi foto 09.00-12.00 atau 15.00-18.00.
2. My Kopi'o (cita2ku dari beberapa bulan lalu) -- tapi setelah dipikir2, agak kurang unik juga. Coba di Jakarta/Bandung, ada Nanny's Pavilion yg lucu bangettt Update 21/6: Biaya photo session (sewa tempat) My Kopi O untuk 3 jam Rp 800.000, dapat voucher makan Rp 600.000, tapiiiii minimum reservasi H-4 karena mereka harus bikin surat ijin ke mall. CORET! Aku H-1 nih!!!
3. Foto studio begron putih aja, ntar diedit sendiri. Aha! Mental tukang sotosop.
4. Cari kafe lucu di Grand City/Ciputra World.

Hiyah. Ini mah belum mengerucut. Pilihannya masih banyak gituh.

Trus properti juga belum nyiapin. Bajunya apa. Aksesorisnya apa. Mau ala Jawa apa ala Londo.

Jadi, aku punya sisa waktu...satu hari. Untuk keliling tanya2 kafe (kafe yg kutulis di atas itu kl mau foto ada fee-nya, yg nantinya ditukar voucher makan), nyiapin baju, ama konsep.

Mr. W tinggal datang aja ke Sby hari Jumat.
Ih enak ya jadi cowok, ga mikir printilan. *salah sendiri jadi cewek kok ga mau yg praktis*

Monday, June 11, 2012

Lamaran, The Untold Story

Assalamu'alaikum :)
Sejauh ini bikin wedding-prep-blog, kisah lamaran malah belum diposting... Hehehe meskipun telat gapapa deh yaaa. Anyway foto-foto ini udah pernah muncul di postingan blog satunya a.k.a Tealovecoffee.

Jadi, di suatu pagi di bulan Desember, rumah jeung Tia disulap ibunda & tim-nya jadi seperti ini...
Sementara jeung T masih dipermak abis2an mukanya, rombongan si abang udah datang aja!! Untunglah proses kerudungannya lumayan cepet, terima kasih pada pencipta kerudung-ninja yang memudahkan rias jilbab :D
Tapi berhubung susunan acaranya ga dipersiapkan bener2, muncullah..
Awkward Moment #1:
"Bu, ini aku langsung keluar ato sembunyi dulu?" aku ngintip2 dari kamar. Tamu udah pada masuk rumah.
Ibu udah bingung aja mau nyambut tamu, "Hah? Ngapain sembunyi?"
*ini ceritanya aku ge-er sok mau disembunyiin, padahal ga ada yang mau nyembunyiin =__=*

Akhirnya daku langsung duduk di kursi pihak perempuan. Ndengerin pak Jihad (orang kepercayaannya bapak) bacain susunan acara.
Oke, semua udah tau kalo tujuan keluarga sang pria datang ke keluarga sang wanita adalah untuk melamar. Tapiiii hal tersebut belum lengkap tanpaaaa...
Awkward Moment #2:
"Mas Wirawan dipersilakan menyampaikan maksud kedatangannya.." sahut pak Jihad.
Dalam hatiku, "Nah loh! Kapok wkwkwkk sukurin tuh disuruh ngomong di depan umum! yes akhirnya keliatan kalo dia yang ngejar2 aku!"
*calon istri yang jahat*
Untung aja si calon manten laki gak langsung kabur dengan pengecutnya dengan jiwa besar mengucapkan kalo dia melamar sayaaaa horehoreeee ^0^
.. dan saya pun harus memberi jawaban. Pengennya sih pura2 mau mikir2 dulu, sok jual mahal gitu... Tapi karena panik ya jawab seadanya aja deh, standar, "Saya terima lamarannya.." Aaaah grogiiii...

Jadi? Pinangannya diterima? Absolutely :)

Semua bahagia, dan berdoa dengan khidmat untuk kelancaran jalan kedua calon pasangan menuju pernikahan.
Tuh bude-bude pada serius gitu yak mukanya :D
Bapak berdoa... makasih ya pak :')

Trus ada perkenalan keluarga, dan setelah itu kami dipersilakan menikmati hidangan. Udah gitu aja? Selesai acaranya? Hahahaaa enggak donk, karena adaaa...
Awkward Moment #3:
Eyang kakung nggak terima!

Bukaaan, bukan nggak terima ama lamarannya, tapi ga terima karena masih jam 10.30 udah disuruh makan.
"Saya, dan saya yakin tamu-tamu di sini pun, pasti masih belum lapar.... Kenapa kita harus buru-buru makan?"
Eyang meminta waktu untuk bercerita. Eyang kakung a.k.a eyangnya mr. W, termasuk salah satu orang yang berjasa atas terselenggaranya lamaran ini. Karena beliaulah yang dari dulu mendorong mr. W agar segera melamar saya, hehehe. Jadi eyang cerita tentang sekelumit kisah dari jaman kami masih kuliah dulu, beserta puisi doa yang ditulis sendiri ama eyangkung :') makasih ya yangkuuung...

Selepas itu, foto-fotooo!!! This two families will soon become one (aamiin)

Benernya di acara lamaran ini kami sama sekali lupa ama dokumentasi loh!! Untung aja sepupuku si Amik yang anak Teknik Lingkungan + kakaknya si Pram itu spontan jepret2in kamera di acara ini. Makasih ya Mik + Pram buat foto2nya yang ciamik :D

Baru deh kami makan-makan... Hmmmm enak banget sih tante2 makan baksonya? :D *thanks Sonokembang Catering!*
Sementara yang lain masih nyicip-nyicip aneka hidangan, daku dipanggil, dan disuruh bawa kalender. Eng ing eeeng!! Penentuan tanggal nikahan!!!!
Didapatlah range setelah Juni 2012 dan sebelum Januari 2013. Keputusannya gak tuntas saat itu juga, karena kudu ngecek-ngecek gedung & tanggal yang kateringnya sepi (yeah karena kami keluarga besar katering. Kalo pilih tanggal rame ntar ga ada yang datang donk--pada ngurusin orderan)

Para keluarga pun ikut fotofotoooo...

Trus hiburannya ada pak yang mainin electone (soriii lupa nama 'pak'nya). Calon bapak mertua, calon oom mertua, dan Yoyok sobat kuliah pun sempat ikut nyumbang lagu :D makasi yaaaa...
Kalo yang eyke & si abang pegang mik itu cuma akting kok :p

Sempat juga daku dansa ama eyangkung-nya mr.W, tapi berhubung badanku kaku-kaku ga luwes jogetnya. Kalo eyang sih jago, pan jaman penjajahan Belanda, semua anak muda bisa dansa *eh iya gak sih* *ngawur*

Trus berhubung ini lamaran super simpel, ga pake seserahan & ga pake tukar cincin, keluarga besan bawain hantaran-nya aneka kue-kueeeee *salahkan kue-kue ini yang bikin beratku naik 3 kg* *nyari kambing hitam* 


Anyway, ini dia kebaya yang daku & ibundaku pake :) Beli jadi, karena ga sempat jahit2.
Biyan's kebaya. MUA: Griya Manglingi
Pas hari-H kupikir makeup-ku aneh (ditambah lagi mata sembab karena drama pagi hari sebelum lamaran: salah jahit kain batik-nya, sampe nangis2 *ga penting deh*).
Tapi kok orang2 bilang daku manglingi yah... Hahaha *ge-er* *siapa tau cuma nyenengin calon manten aja*

Akhirnya selesai sudah acara kita :) Keluarga CPP pun pamit, mau balik ke kota masing-masing...
(1) Mom & Dad | (2) Cuplikan desain undangan lamaran, diprint di kertas concorde + dimasukin ke amplop concorde | (3) bunga hiasan meja | (4) Me & (inshaAllah) husband wanna be (aamiin)

Sehari setelah lamaran, via telpon:
"Yak, malam sebelom lamaran itu aku masih takut, bimbang & ragu2 loh.. Tau kan aku masih takut nikah.." mr. W said.
*dan malam sebelomnya, daku pun takut dan cemas kalo mr.W ga jadi datang padahal acaranya udah disiap-siapin, udah kadung dandan, dsb...* *sigh*
"Tapi pas sampe rumahmu, trus ngeliat kamu cantik banget, aku yakin. Aku mau nikah sama kamu."

*luluh*
:)

Bismillaahirrahmaanirrahiim :)
11.12.11
going to
02.09.12

Sunday, May 27, 2012

"OH NO!" moments this week

Ada kejadian-kejadian yang bikin sutres minggu ini, tepatnya ketika rapat keluarga (dan setelahnya). Rapat pertama yang melibatkan tante-bude-oom yang punya suara di perusahaan. Yep, perusahaan itu tepatnya adalah katering keluarga, yang nanti pasti bakalan kupake di resepsi.

# Kejadian Pertama
Keluarga besar mengharapkan, akad & resepsi jangan diadakan dalam 1 hari. Panik menyerangku.
# Alasan mereka:
- Kalo akad langsung dilanjut resepsi, pasti kemrungsung (terburu2, red.)
- Tia ini satu2nya putri bu Dewi, pasti pengen akadnya berkesan
- Kalo acara mulai pagi bgt ampe siang, bude2 kemungkinan ga bisa ikut soalnya kudu nyiapin dekoran katering
- Dandannya mau jam berapa nih bude2?
- Akad itu bagusnya yang khidmat, prosesinya dilengkapin adat Jawa. Kan mantu pertama.
# Why I didn't agree? (and father, too)
- Dari awal, kesepakatan bersama keluarga calon suami (ecieee 'calon suami' :p sampe sekarang masih gimanaaa gitu kalo nulis/nyebut calon suami hahhaha) tuh akad+resepsi langsung aja
- Kalo langsung sehari (pagi+siang) kan hemat biaya toh. Ya kan ya kan???
- Kalo diusahakan, pasti bisa lah... Dulu aja mantu pertamanya ibu mertua berhasil kok dgn akad+resepsi langsung...
# Conclusion?
Alhamdulillah digabung harinya :D

# Kejadian Kedua
Resepsi bakalan diadain 3 kali. Yap, tiga kali.
1. Resepsi setelah akad, yaitu untuk keluarga, kerabat & teman; 2. Resepsi untuk karyawan katering, yang mana ketika hari resepsi pertama itu mereka masih bertugas semua; 3. Unduh mantu.
# Reaction?
Oke, hal ini sudah diantisipasi sebelumnya. Calon suami pun udah bisa nerima bahwa dia harus dipajang di kuade lagi, hahaha. ("Bu, ga boleh ya kalo di kuade cuma dikasih fotoku ama Mr.W?")
Ini berarti pe-er nambah lagi dunk: cari undangan, suvenir, hiburan, ama baju buat resepsi karyawan.. Whoaaa...
Bismillahhhh, ganbatte!

# Kejadian Ketiga
Ibu liat ada kebaya hasil jahitan Djoko Sasongko di persewaan kebaya milik katering keluarga saiyah. Jahitannya rapi jali, mewah, dan ibu suka banget. Daku disuruh nyoba. Orang-orang kantor pada terpana, itu kebaya pas banget di badanku. Trus muncullah ide ibu, gimana kalo baju itu kupake buat unduh mantu? Soalnya ibu khawatir kebaya unduh mantu yg lagi dijahitin (tepatnya udah selesai, tinggal fitting trus pasang payet) hasilnya kurang maksimal.
# Why is this a problem?
Kalo saran itu diterima (dan ibu + budeku serius), artinya unduh mantu kudu GANTI TEMA & kebaya2 yg udah dijaitin (termasuk punya ibu mertua) ga jadi dipake di resepsi unduh mantu. Padahal kan nyari kain untuk unduh mantu itu dulu ngabisin seharian muterin Mayestik bareng ibuku + ibu mertua T__T Hwaduhhh aku ga sampe hati kalo kudu ngomong ke bu mertua.
Se-biasa apapun jadinya kebayaku nanti, aku benernya sih terima2 aja... asalkan jangan ganti tema (bukan masalah selera ya, tapi ini kan duit udah kepake, kain2 udah kebeli, udah dijahit pula) huhuuuhuuu..
# Conclusion?
Belum tau. Ibu lagi ke Jkt ngeliat hasil jahitan di Fadlan. Kalo jelek, ibu pengen daku pake kebayanya Djoko Sasongko aja yg udah pasti jadi & bagus-nya. Dan itu berarti ibunda-ibunda kudu cari kain lagi buat nyocokin warna kebayanya Djoko. Huhuhuuuu... Ga tega aku ga tegaaa...

Yeah, my wedding plan is dominated by my family. Habisnya mereka udah berpuluh2 taun di bisnis pernikahan, makanya strong-will-nya mereka gila2an bgt terhadap pernikahan yang sempurna.

Kita doakan saja, setelah "pernikahan indah" itu, saya + suami punya kehidupan yang bahagiaaaa dunia akhirat, aamiin.

Sunday, May 20, 2012

Curcol Lagi

Ya Alloh, sejak terakhir posting, baru dikit bok progressnya *nangis di pojokan*

Progress:
Kain brokat resepsi udah masuk ke penjahit.
Foto-video insyaAlloh pake Gala Humanoid.
Udah tanya2 ke kelurahan ttg syarat dokumen nikah
Udah nyurus si calon suami yang terhormat buat ngurus dokumen nikah dia
Udah bikin pasfoto yang nggak mirip aku (ternyata ama si studio foto-nya, muke eyke yg manis jerawatan di-retouch jadi kinclong. Siapa gadis di foto itu?? Bukan aku!! Balikin jerawatkuuu!!)
muka asli: kucel... Yang dicetakin: kinclong =__=

Hmmm..
Cuma itu progress-nya? Kemana aja jeng???
Terlalu banyak survey & mikir2, tapi ga ada eksekusi huhuhuu

Undangan?
Undangan belum ada prototype dari vendor untuk di-ACC. Masih proses ngedisein. Ini PELAJARAN!! Mending main aman dgn pake desain undangan yang udah ada di vendormu... Daripada pengen pake desain baru tapi mereka jadi lama kerjanya. Yah walopun eyke udah ngebikinin desain versi fotosyop, mereka tetep harus ngerombak karena format & desainku belom sesuai ama pakem undangan.
*kemampuan desain pas-pasan*

Trus yang aku cemas nih kainnya ibu & ibu mertua.
Brokat buat akad punya ibu mertua, masih ada di sini a.k.a SURABAYA. Padahal kan ibu mertua udah mau njahit di Jakarta. Kain bustiernya masih "mau dicariin" ama bu desainer a.k.a mbak Elok Dola'ap... huhuuuu mbaknya janjiin Minggu hari ini cari kain... Ternyata belum dibeliin..
*kapan aku ngirim ke Jakarta-nya??*

Tik tok tik tok... banyak banget yang kurang..

Apa sih yang bikin lama? Jawabannya adalah keragu2anku dlm bertindak, karena selera ibunda tercintaku amat sangat tinggi. Ya beliau kan udah puluhan taun hidup di dunia wedding, sering liat nikahan, kurang-kurangnya ada di mana. Yang 'ndesit' (norak) kayak gimana. Yang baiknya ada di nikahan kayak gimana. Dan kalo aku pilih2 apa2 sendiri, suka takut aja ntar malah ga kepake karena ga sesuai ama keinginan ibuk (saya sih nurut aja ya apa kata ibu... kan nikahnya dibayarin anak berbakti).

Besok rencanamu ngapain? InsyaAlloh mau ke tailor nyerahkan kain beskap si calon suami (APPAHH??? KAIN BESKAP BELOM DIKASIH KE PENJAHIT??), trus ke vendor undangan... mau minta ganti model aja kalo bisa. Model yg udah pernah dicetak (YEAH setelah sebulan kamu biarkan mereka nge-disein trus kamu mo minta ganti disein Yak?). Ha, let's see tomorrow lah.

Kudu nanya juga, alamatnya sekretaris RT ada di mana. Pasalnya, buat ngurus dokumen nikah, aye kudu ke: Sekretaris RT (minta ketikin surat rekomendasi), trus ke pak RT (minta TTD surat rekomendasi), trus ke RW, trus ke kelurahan + bikin surat keterangan N1 - N4, trus denger2 sih setelah itu harus ke RT & RW lagi... Baru ke KUA.

Siapa sih yang bikin birokrasi seperti itu? Gemes banget yah ihihihii sampe pengen nguyel2...

Gile ya ternyata ribet bener ngurus nikahan. Trus ternyata udah kurang 2 bulanan aja... (Ramadhan ga dihitung, coz karyawannya vendor2 bakalan libur Lebaran kan)

Hiihihiiii bismillah!! Ya Allah lancarkanlaaah... aamiin