Daisypath Anniversary tickers

Daisypath Anniversary tickers

Wednesday, March 18, 2015

Pengalaman Inseminasi Pertama - Part 2

...sambungan dari postingan sebelumnya...

Proses inseminasi dilakukan di kursi observasi dokter. Alhamdulillaah ditemani suami, jadi aku bisa menggenggam tangannya selama proses dilakukan. Tiap kali dokter mau tindakan, dia berucap basmalah. Subhanallah ya!

Pertama, bagian bawah 'dibuka' dengan cocor bebek. Karena tegang, rasanya agak ngilu. Yaaa bayangkan aja situ dibuka lebar-lebar. Lalu sperma langsung disuntikkan? Oh tentu tidak..

Saluran sempit, aduh sakiiit...

Dokter mengecek dulu jalurnya, untuk memastikan sperma nanti bisa melaju ke indung telur. Dokter bilang salah satu saluran indung telurku sempit banget (seperti hasil tes HSG tahun lalu, ada yang sedikit tersumbat). Jadi entah diapakan di bawah sana, rasanya ngilu banget sampe mau nangis T_T Seharusnya proses inseminasi nggak sakit sih, cuma karena ada saluran yang sempit ini lhoooo...

Sumber gambar

Proses Inseminasi pun dimulai...

Dr. Boy Abidin, SPOG mengajak suami baca basmalah sebelum penyuntikan sperma dilakukan. "Kun fayakun, kalau Allah berkehendak, jadilah," pesan dokter. Alhamdulillah yaaa dalam tiap proses, hati ini terasa disejukkan.

Di salah satu saluran yang 'sempit', saat sperma disuntikkan, sakiiit deh hehehe. Di situlah saya merasa ngilu. Tangan suami jadi korban diremas kuat-kuat :)) Tapi sekarang udah lupa sih sakitnya seperti apa. Nggak bikin trauma kok. Kan demi perjuangan punya anak ;)

Iritasi mulut rahim a.k.a Erosi Serviks

Lalu ditemukan masalah berikutnya. Ternyata ada iritasi di mulut rahimku! Dokter Boy bilang, bisa jadi iritasi ini yang menyebabkan sperma mati duluan sebelum bisa masuk ke rahim, apalagi mencapai uterus. Prosedur insem akan mempermudah sperma masuk tanpa harus kontak dengan mulut rahim, jadi bismillah, peluang hamil bisa terjadi.

Padahal tahun lalu aku pap smear...

Hasil pap smear bilang, memang ada iritasi. Tapi SPOG di RS Omni waktu itu bilang, "Nggak papa ada iritasi sedikit, itu wajar kok. Kan sudah aktif secara seksual.." Eaaaaa. Dokter Boy pun memberikan cairan Iodine untuk mengobati erosi mulut rahimku. Waktu aku tanya, apa nggak perlu ada pengobatan lanjutan? Dokter bilang sebenernya perlu sekitar 3x lagi pengobatan. Tapi karena aku menjalani prosedur inseminasi dan diharapkan ada aktivitas seksual untuk memperbesar peluang hamil, ini saja sudah cukup.

Proses inseminasi pun selesai. Aku diminta tetap berbaring di kursi observasi (dengan posisi kaki lebih tinggi dari kepala) selama 30 menit, lalu boleh pindah ke kasur untuk istirahat 30 menit lagi.

Pertanyaan Umum Tentang Inseminasi:


  • Sakit nggak? Tergantung kondisimu! Pada umumnya, berdasarkan hasil googling, nggak sakit. Cuma karena aku ada saluran sempit jadi sakit.
  • Harus bedrest? Nggak. Cukup 15-60 menit aja berbaring setelah inseminasi (tergantung petuah dokter)
  • Biayanya berapa? Seingatku hari itu tagihannya sekitar 3jutaan untuk inseminasi dan sperm washing. Hari sebelumnya suntik pecah telur 1.5 juta. TAPI harga tersebut tentunya bisa berbeda tergantung KONDISI calon ibu. Aku pernah baca blog yang tiap hari harus disuntikkan pembesar sel telur sekitar Rp 1juta sekali suntik. Jadi untuk sekali inseminasi dia habis hingga Rp 10juta.

6 comments:

  1. Mba Tiyaaak sama mas Jawir semangat yaaahh.. Semoga dapet hasil terbaik dan sesuai yang diharapkan :) Seru banget baca perjalanan promilmu sampe inseminasi ini, nambah pengetahuan bgt. Malah baru tau kalo promil itu program hamil, tak kiro nama cemilan bayi lho mbak pas temen2 gmf ngomongin ttg promil :D haha.. Btw aku membayangkan dimasukin cocor bebek kok ngilu banget ya mba. Itu stainless steel kan? Hebat bgt mba Tia bisa ngejalaninnya dgn mudah..

    ReplyDelete
  2. Huwaa, aku baru mampir ke sini. Subhanalloh sekali perjuangannya, aku baru tahu banget proses inseminasi ini kayak gimana :D Semoga dede janin sehat terus yah, mamanya juga, semua lancar!

    ReplyDelete
  3. Kak Tia kalau boleh tahu proses inseminasi nya dilakukan di rumah sakit mana ya? terima kasih

    ReplyDelete